Jika harta yang kita miliki sudah melebihi nishab tetapi belum tercapai haul-nya, maka kita tidak boleh mengurangi harta tersebut secara sengaja, dengan tujuan agar terhindar dari pembayaran zakat.

Misalnya, kamu memiliki harta yang wajib dizakati seperti uang tunai dan tabungan yang sudah melebihi nishab-nya, maka harta tersebut tidak boleh dipakai secara sengaja dengan tujuan untuk terhindar dari nishab zakat.

Dalam Al-Qur’an, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman

“Sesungguhnya Kami telah mencobai mereka (musyrikin Makkah) sebagaimana Kami telah mencobai pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil)nya di pagi hari. Dan mereka tidak menyisihkan (hak faqir miskin). Lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur. Maka jadilah kebun itu hitam seperti malam yang gelap gulita.” (Al-Qalam: 17-20)

Ayat ini menjelaskan bahwa Allah Ta’ala menghukum para pemilik kebun tersebut karena mereka tidak mau menunaikan hak kaum fakir miskin dari sebagian hasil panen mereka. Demikian pula, jika kita dengan sengaja mengurangi harta kita hingga di bawah nishab karena tidak mau untuk membayar zakatnya, maka ini adalah perbuatan yang tercela dan haram secara syari’at.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan keberkahan kepada harta kita.

Mari tunaikan zakat. Menunda zakat sama saja dengan menunda kebahagiaan saudara kita. Karena ada hak mereka di dalam harta kita.

Transfer Zakat:

BNI 722 822 2006
BSM 1200 6200 69

Konfirmasi & Konsultasi via WA di 0815 7200 2006