Perempuan sesungguhnya adalah penulis peradaban. Ia juga merupakan tiang-tiang penyangga peradaban.

Dari rahimnya lahir penerus-penerus generasi yang akan melanjutkan dan menjaga kehidupan dunia. Ketangguhan seorang perempuan saat ini bisa kita lihat dari perjuangan dan keberanian para perempuan pembela Palestina.

Dikutip dari Merdeka.com, seorang perempuan bernama Mariam al-Afifi tengah diborgol oleh tentara Zionis Israel. Bukannya takut, perempuan yang dikenal sebagai musisi ini justru tersenyum dengan pertanyaan mengagumkan kepada para Zionis perusak :

"Apa salah saya? Karena membela gadis kecil yang dipukuli? Karena itu saya ditangkap? Membela orang yang akan diusir dari rumah mereka?" tanya Mariam kepada tentara Israel yang menjaganya. Yang ditanya hanya diam saja.
"Bagaimana perasaan Anda? Saya tahu Anda hanya manusia biasa dan mungkin Anda juga punya keluarga, punya anak. Anda mau anak Anda tumbuh dewasa untuk membela pihak yang salah? Membela para penindas?"

Perempuan bukanlah makhluk yang lemah atau dikasta kedua setelah laki-laki. Mereka istimewa dengan anugerah yang tidak diberikan kepada laki-laki. Tidak heran dalam ungkapan bahasa Arab dikatakan bahwa "wanita adalah tiang negara, bila wanitanya baik maka negeri itupun akan baik dan bila wanitanya rusak maka rusak pula negara itu"

Sahabat, konflik Palestina adalah konflik kemanusiaan. Dimanapun penjajahan adalah musuh bersama dan tidak bisa dibenarkan. Semoga keselamatan dan kedamaian sepenuhnya dimiliki oleh saudara-saudara kita di bumi Palestina. Ayo sama-sama satukan kekuatan untuk bantu saudara kita di Palestina. Klik link berikut untuk mengirimkan donasi >> kitabisa.com/dukungpalestin

Atau melalui transfer di:
BNI 722 822 2006
BSI 1200 6200 69
a.n Zakatku Bakti Persada
Konfirmasi donasi via WA di 0815 7200 2006