Pak Taslim begitu bahagia ketika menerima paket sembako dari Sahabat Zakatku. Ia sangat bersyukur bisa mendapat bantuan, di saat jualannya sepi pembeli.

Di tengah pandemi ini, tak banyak yang membeli telur asin dan kerupuk Pak Taslim. Beberapa kali Pak Taslim pulang dengan tangan kosong. Padahal, Pak Taslim harus menafkahi istrinya yang sudah renta dan mengalami kebutaan, dan juga besannya yang sudah berusia 100 tahun.

Mereka bertiga tinggal di daerah Pojongkonong, Sapan, Kab. Bandung. Jarak yang cukup jauh dari tempat Pak Taslim berjualan di Gedebage, yaitu sekitar 20 km. Namun, Pak Taslim selalu berjalan kaki setiap harinya.

Pak Taslim sebenarnya memiliki empat orang anak, namun tidak tinggal bersama dan sudah hidup masing-masing. Sehingga Pak Taslim harus berjuang sendiri. Meski begitu, Pak Taslim tetap bersyukur. Masih banyak yang peduli dan memberikan sebagian rezekinya, seperti sahabat Zakatku yang sudah memberikan paket sembako.

Terima kasih ya Sahabat. Semoga Sahabat sehat selalu dan rezekinya semakin diberkahi.

Yuk, ikut berpartisipasi pemberian paket sembako untuk lansia dan masyarakat yang terdampak corona dengan mengunjungi link: kitabisa.com/sembakodarizakatku