Rio Adinugraha bersemangat untuk bisa kembali bersekolah seperti biasa. Sekolah online cukup membuatnya kerepotan karena berbagai kondisi yang tidak mendukung. Sarana yang ia miliki tidaklah ideal untuk melakukan pelajaran secara daring.

Bersama orang tua dan kakak, Rio tinggal di daerah Ciambuleuit, sebuah perkampungan padat diantara gedung-gedung perhotelan yang menjulang tinggi. Sang ayah bekerja sebagai seorang supir angkot dan ibu membantu mencari nafkah dengan menjajakan gorengan berkeliling ke berbagai perkampungan sekitar.

Program Beasiswa Yatim-Dhuafa sangat dirasakan manfaatnya oleh kedua orang tua Rio. Pendapatan dari hasil narik angkot dan berjualan gorengan hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, sementara biaya sekolah Rio yang telah memasuki tahun kedua disalahsatu sekolah menengah kejuruan di Bandung.

Sahabat, mari kita dukung Rio dan para pelajar yang tetap semangat menimba ilmu dan mengejar cita-cita ditengah berbagai keterbatasan. Donasi dapat diberikan melalui rekening:
BNI 722 822 2006
BSM 1200 6200 69
a.n Zakatku Bakti Persada

Konfirmasi donasi via WA di 0815 7200 2006